Sejuta Mimpi

#RasaDalamKata 5
Judul : Sejuta Mimpi
Penulis Narasi   : Dita Muntia(@dtmuntia_)
Penulis Cerita : ArdianRyan


https://portal.smagha.com
Cerita tentang Sejuta Mimpi

Sebelum membaca cerita ini, pastikan sudah  mendengarkan podcast


Sejuta Mimpi oleh Dita Muntia (Instagram)

                                  Apakah kamu bisa mendefinisikan sebuah mimpi?

Sebelum cerita ini dimulai, Cobalah untuk bermimpi dan membayangkan sesuatu yang indah.

               Arti Mimpi dalam KBBI

               mimpi/mim·pi/  (1) sesuatu yang terlihat atau dialami dalam tidur; (2) angan-angan;

               Pada dasarnya mimpi adalah angan-angan yang kita bayangkan didalam pikiran. Entah tentang apa yang kita mau atau apa yang telah berlalu. Yang kita bayangkan pun tidak hanya tentang hal hal indah, terkadang kita juga membayangkan hal terburuk yang akan terjadi. Semua orang dapat bermimpi apapun yang ia inginkan, tak ada satupun boleh melarangnya. Bahkan ketika mimpi seseorang dipatahkan dalam bentuk apapun. Saya yakin pasti dalam suatu saat impian itu akan muncul dengan sendirinya dan hanya membuat hati kecewa.

               Cerita ini kutulis untuk menyampaikan sebuah rasa yang telah berlalu akan suatu mimpi yang besar. Namun pada suatu waktu ketika mimpi yang diangankan hampir saja menjadi kenyataan, ia hilang. Iya, mimpi itu hilang begitu saja. Bukan aku yang menyerah, tapi aku saja yang kalah. Yang kusesalkan adalah proses demi proses, waktu demi waktu yang kulewati. Proses dimana membuatku harus melewati perjalanan yang cukup panjang, mengikuti serangkaian kegiatan yang sangat lelah, membuang tenaga serasa tak ada gunanya. Begitu pula dengan biaya dan waktuku yang seperti kuhambur-hamburkan begitu saja.

               Pada perihal ini, aku nyatakan bahwa kali ini aku sangat kecewa. Aku sempatkan waktu hanya untuk mengejar satu mimpi, hingga aku yakin untuk meninggalkan hal lain dan sengaja tidak mengambil kesempatan yang sebenarnya tak kalah penting. Karena aku yakin, disinilah tempat tujuanku, dan inilah salah satu mimpi terindahku. Namun, kehendak Tuhan berkata lain. Seperti yang kukatakan sebelumnya, bukan aku yang menyerah, tapi aku saja yang kalah. Kalah pada rangkaian akhir, kalah pada step terakhir dan aku kalah dengan egoku sendiri yang menyia-nyiakan kesempatan.

               Aku hanya ingin menyampaikan, bahwa ketika ada kesempatan sekecil apapun. Pergunakan kesempatan itu sebaik mungkin. Seperti pepatah bilang “Kesempatan hanya datang satu kali”. Merasa kalah dan menyesal sangat dalam memang boleh. Namun, tidak mungkin kita hidup penuh dengan penyesalan. Ketika kegagalan adalah awal dari kesuksesan, maka ini adalah kegagalan awal yang akan disusul kegagalan-kegagalan lainnya. Mengapa demikan? Karena dengan mindset seperti itu. Aku akan lebih siap menghadapai kegagalan yang tidak pernah diharapkan.


"Yakinlah, bahwa ada Sejuta Mimpi yang siap untuk kamu wujudkan di Dunia nyata"


Posting Komentar

1 Komentar